Rabu, 22 Februari 2012


Ini adalah sebuah kisah nyata dari seorang sahabat. Cerita ini adalah sebuah tragedy yang disebabkan oleh facebook.
Sahabat kita ini, panggil saja mbak Aya. Mbak Aya sedang berjalan menuju warnet bersama kekasihnya, Irwan (bukan Irwansyah loo). Ketika sudah sampai di warnet mereka duduk berdua di salah satu computer diwarnet itu. Seperti biasa mereka ber-Facebook ria berdua. Ketika mereka sedang membuka akun si Irwan, mbak Aya meminta izin kepada sang kekasih untuk iseng mengisi di wall yang putih bersih itu.
“yang tak isi ya…” ujar mbak aya.
“iya” jawab singkat sang kekasih.
Ditulislah wall itu dengan kata-kata iseng ala mbak Aya. Sekitar 2 jam berada diwarnet ngobrol ngalor ngidul ngetan bali ngulon dan melakukan hal-hal yang nggak penting, mereka pun kembali kerumah masing-masing.
Beberapa hari kemudian mbak Aya membuka akun Facebooknya. Lumayanlah mumpung ngenet gratis di sekolah. Tak lupa ditengok pula akun si Irwan saat mbak Aya membaca isi wall si Irwan, sontak Mbak Aya kaget dan sedih lengkap dengan tetesan air mata yang membanjiri pipinya.
“kenapa sih Irwan, kalo gak mbok yo ngomong langsung ke aku gak usah lewat Facebook…Aku kan jadi malu…” ucap mbak Aya sambil menangis terisak-isak. Ternyata mbak Aya mendapati kata-kata pedih di wall yayangnya itu. Tertulis disana “aku sayang dia tapi aku benci…I miss u but I hate you…”.
Dengan segera mbak Aya pun ikut melengkapi wall yang masih kurang heboh itu, “maapin aku yang, ayang marah ama aku tho kok nulisnya gitu di wall..”. tak berapa lama ia menulis lagi, “Aku memang gak bisa menjadi yang terbaik untukmu yang…”.
Mbak aya sudah nggak kuat lagi menatap Facebook milik kekasih tercintanya it. Mbak Aya pun menangis tersedu sedu didepan computer. Mbak Aya yang dikenal dengan gadis yang celelekan dan sangat humoris tiba-tiba nangis gulung disekolah dan segera menggegerkan semua teman-temannya.
“kamu kenapa Ay?” Tanya salah seorang temannya. “udah tho Ay  rasah mbok rungokne omongane si irwan..mbok menowo ono sing salah, mengko bali sekolah diomongne wae karo si Irwan apik-apik..” ujar sahabat mbak Aya, Debora. Teman-teman yang lain pun hanya bisa simpati dan menghibur mbak Aya.
Sabtu itu adalah Sabtu yang kelabu buat Mbak Aya. Jam dinding menunjukan 13.30, waktu yang paling ditunggu siswa sekolah menengah di tempat mbak Aya menimba ilmu, untuk pulang dan bermalam Minggu. Mbak Aya yang belum siap bertemu Irwan pun menghampiri teman-temannya yang sedang sibuk latihan basket.
wes kowe neng kene sek wae yen rung siap ketemu Irwan..” ujar Debora. Mbak Aya hanya mengangguk pelan. Mbak Aya yang baru saja selesai nangis ini mencuci mukanya agar terasa lebih segar. Dia pun mengajak sahabatnya itu kekamar mandi.
Dep,tak jak neng kamar mandi yo..aku meh raup..” tiba-tiba ipah menghapiri mbak Aya, pinjam HP-nya mbak Aya buat SMS ibunya. Saat Ipah mengetik pesan buat Ibunya, HP yang ia pegang bergeta, menandakan SMS masuk. Mbak Aya yang sedang pergi menyegarkan wajah pun nggak tau kalau ada SMS baru di HPnya itu. Ipah yang dasar orangnya isng , langsung begitu saja membuka SMS yang masih hangat itu. Tertulis “Yang, ketoke yang nuli di wall ku itu kamu deh…itu loo pas kita ngenet bareng…dari Irwan.” Ipah pun langsng ngakak membaca sms itu. Teman-teman yang ada dilapangan basket pun diberi tau olehnya tentang SMS itu. Lapangan pun jadi ramai bak sedang lomba paduan suara tawa. “ Oalaahhh…jebul sing nulis Aya dewe tho, tiwas nangise nggegerke wong sak kelas…” ujar salah satu temannya.
Saat mbak Aya balik dari kamar mandi, dia pun langsung disambut teman-temannya dengan tawa yang renyah. Mbak Aya bingunng kenapa teman-temannya ketawa semua. Setelah mbak Aya diberi tau kejadiannya, mabk Aya cumin bisa mesam mesem kisinan.
Besoknya mbak Aya terus-terusan jadi bahan guyonan teman-temannya. “mulane Ay nek nulis ki ra sah sing sing…hahahahahahahahaha….” Ejek Debora.
-Thank to my friend, whitout ur experience I can’t make this story-

3 komentar: